Kemarin g chatting sama seorang temen (cewe), dia menceritakan planning dia dan pacarnya untuk married 2 tahun lagi. Menurut perhitungan g antara 2009 - 2010, ya... kabar yang sangat menyenangkan bagi g ^^ . Tapi di balik semua itu, setelah ngobrol panjang lebar akhirnya sampai ke sebuah topik...
" ... g pengen nanti setelah g punya anak suami g tetep ngizinin g kerja, dan g harus dapet jawaban itu sebelum married dari cowo g "
" tapi sekarangkan anaknya lom ada! situasi, kondisi dan anak bisa merubah segalanya lho~ "
" yah itu urusan nanti, yang penting g dapet kepastian sekarang. Biar kedepannya nanti g enggak nyesel. Klo udah married trus enggak diizinin, nyesel juga udah terlambat g udah married "
" Jadi sekarang ga langsung lo bilang mengizinkan lo gawe setelah punya anak adalah syarat pernikahan lo dengan dia ? "
" kurang lebih begitu (75% = IYA) "
Dari beberapa temen g yang dulu married disaat g masih kuliah, ada beberapa temen yang enggak jadi menikah hanya karena " klo uda married suami g ga ngizin g gawe yah udah buabr aja " *wew*. Se-simple itu kah? hubungan yang udah di pupuk lama dan mau masuk kejenjang pernikahan hangus begitu aja karena ego salah satu pihak ? hmmm...
Ada juga teman, yang akhirnya memutuskan " yah udah g enggak gawe setelah punya anak ", sampai pada akhirnya anak itu datang kedalam kehidupan mereka. Sang suami melihat istri hanya dirumah aja dan memiliki banyak waktu luang, akhirnya sang Suami mengizinkan si istri untuk bekerja lagi kalau memang dia mau. Karena si Suami tau dan memahami si Istri, " Yup istri g emang bukan tipe cewe yang bisa diem dirumah, dia lebih suka mempunyai banyak kesibukan " tentunya dengan syarat tanggung jawab seorang ibu enggak boleh lewat :).
Ada juga temen yang mendapatkan izin bekerja setelah memiliki anak, karena dia seorang workaholic dan si Suami setuju kalau urusan anak nantinya mungkin bisa menyewa babysitter or anak pertama biasanya sama mertua ^^. Tapi saat anak itu datang, si istri berubah pikiran, dia berhenti bekerja karena ingin lebih fokus terhadap pertumbuhan anaknya.
Dari semua itu kesimpulannya yang Pitshu dapat Sistuasi, Kondisi dan Anak bisa merubah segalanya :). Memang ada alesannya kenapa temen g kekeuh mau kepastian itu dari cowonya yaitu perekonomian keluarganya dan dia adalah anak tertua yang menjadi tulang punggung keluarganya kelaknya. Sedangkan alesan si cowo " g enggak pengen nantinya anak kita jadi anak pembantu / babysitter ".
Dari kondisi seperti itu ada cerita dari temen Mama, dimana sang cewe itu anak tertua juga.Dalam keluarganya dia anak cewe yang sekolahnya paling tinggi dengan alasan, karena dia lah tulang punggung keluarga nantinya. Sampai akhirnya dia menikah dan memiliki anak, waktu anaknya masih 1 suami masih mengizinkanya untuk bekerja. Sampai pada anak ke dua sang suami memintak si Istri untuk dirumah dan fokus mengurus anaknya.
" Kalau g ngurus anak, nanti siapa yang ngasih support keluarga g ? lo mau nanggung biaya keluarga g ? "
" Ok, lo dirumah ngurus anak, keluarga lo g yang tanggung "
" Ok "
Kalau suami kita memang tidak bisa menopang keluarga kita nantinya, pasti sang suami juga akan mengizinkan kita untuk bekerja demi menopang keluarga kita. Kecuali klo kita ketemu suami brengsek yang enggak mau tau kehidupan mertuanya hihi :).
Yang sampai pada akhir chattingan dengan dia, dia tetep pada keputusan tersebut. Pitshu hanya bisa berdoa semoga semuanya berjalan dengan lancar dan tentunya g mendukung apa yang akan di jalankannya kedepan, apapun keputusannya dia semoga itu jadi yang terbaik untuk dia.
GOOD LUCK~
Sunday, September 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


trus kok cowonya jawab "NGGAK" temen lo BUBAR ?
ReplyDeleteEgois bener jadi cewe
ya gw juga percaya segalanya bisa berubah dengan adanya sesuatu yang baru
ReplyDeletecia you buat temen mu semoga pikirannya bias terbuka, dan berikan sedikit kepercayaan dong buat cowonya
Jd si ce butuh gawean tuk ortu & adik2nya, tapi kelak anaknya jg akan butuh dia. Emg gak spele. Smua penting.
ReplyDeleteTp masih 2 taon lg kan? cukup lama tuk bisa mendiskusikan & menyepakati hal ini. Titip Good luck jg buat temenmu itu.
Mike: Hmmm... enggak tau sih! ada pemikiran lain di balik itu ;) sejauh g mengenal dia.
ReplyDeleteLv: thanx :)
jensen99: Hihihi persiapan pernikahan kan kudu booking gedung 1-2 tahun sebelumnya, bridal dll say, paling enggak berpikirnya jangan lama2 hehehe...
Thanx. nanti di sampein~
Yups, semua harus dikomunikasikan dengan baik sebelum menikah ... walopun terkadang nanti kenyataan yang berlaku tidak sesuai plan, at least, ada komunikasi yang baik yang harusnya adalah syarat utama buat orang yang mau mutusin menikah!
ReplyDelete- confusing yaah?? -
Luvly: bagi pitshu itu, menikah itu tanpa syarat, tapi menikah atas dasar saling memahami, mengerti dan mencintai :)
ReplyDeletenngg.. ah ga koment ah, mending baca-baca koment diatas, jadi pengalaman, ya ga pit? :)
ReplyDeleteTapi dipikir2 bener juga pit.. kalo aku pengen merit trus punyak anak, aku kerja, istri kerja, sibaby juga ikut kerja.. lho..??!! :(
terune
Terune: nah itu kan tergantung sikon Teru, klo pas Teru nanti udah punya anak! keuangan ga mencukupi untuk menghidup anak,mau ga mau Teru dan istri bekerja. Dan anak klo baru satu kan bisa di titip mertua.
ReplyDeleteKlo Teru setelah punya anak hidup layak berkecukupan istri bisa dirumah fokus mengurus anak.
Kita kan ga tau kedepannya nanti Teru, nanti aja dipikirinnya setelah anaknya ada trus liat situasi dan kondisinya hihihi
no comment deh kalo soal nikah..haha...^^
ReplyDeleteYw: Pengennya no comment juga, cuma kan temen cerita! padahal dia enggak mintak pendapat yah hihihi :)
ReplyDelete