Tuesday, February 5, 2008

Aku terlahir 500 gram dan Buta (Miyuki Inoue)

Kemarin waktu g lagi nonton Tom & Jerry di TPI, ada iklan sinetron yang judulnya " Aku terlahir 500 gram dan Buta ". Tentunya ini adalah sinetron indonesia, g enggak tau, sinetron ini di buat dengan mengangkat cerita dari Novel ini atau bukan. Karena g lupa liat jam tayangnya, review dari Novel ini juga g baca di Gramedia, hanya sekilas doank! dan belom tau isi keseluruhannya. Tapi jadi kepengen beli, pas baca review dibawah ini aja, air mata g hampir keluar ^^.

Cerita yang ada di Novel ini kisah nyata (True Story), lho !!! :)

***

Aku lahir untuk menggantikan ayahku yang meninggal menduluiku. Waktu baru keluar dari perut ibu, aku sangat kecil. Begitu kecilnya sehingga aku bisa digenggam. Kepalaku sebesar telur dan jari-jariku sekurus tusuk gigi. Diriku lahir sebagai bayi prematur dengan berat 500 gram. Pada musim panas tahun 1984, ayahku meninggal karena kecelakaan lalu lintas sewaktu dia sedang dinas ke Hiroshima.

“Jaga baik-baik anak kita yang ada di perutmu. Kalau sudah pulang dinas, aku akan langsung mengunjungi rumah orangtua di Shimane dan memberi tahu mereka kalau kita akan menikah.”

Itu adalah kata-kata terakhir yang diucapkan ayah kepada ibu.
Saat itu, ibu ingin sekali menghadiri pemakaman ayah, tetapi dokter tidak mengizinkan. Karena kondisi kandungan ibu yang mengkhawatirkan.

Sesaat ibu berkata kepada ayah yang sudah meninggal. “Tolong jangan bawa pergi anak ini juga.” Ibuku berdoa dengan sepenuh hati.
Doa ibuku rupanya didengar Tuhan, karena pada malam tanggal 21 Agustus, aku lahir dalam keadaan koma.

Aku sama sekali tidak menangis. Beratku juga hanya 500 gram, hanya seperenam dari berat bayi pada umumnya. Aku disebut bayi prematur dan langsung dipindahkan ke sebuah inkubator.

“Dia mungkin akan bertahan paling lama dua atau tiga hari saja. Sebaiknya Anda menyiapkan diri menerima kenyataan ini. Lihatlah wajahnya sekarang selagi bisa,” kata dokter.

“Tidak. Anak saya tidak akan mati.”

Ibu pernah berkata kalau dia tidak bisa menghentikan tangisannya ketika melihatku seperti itu.
Susu yang pertama kali kuminum adalah susu dari selang. Itu pun hanya 1 cc.

“Tolong, hiduplah! Teruslah hidup, anakku. Ayah pasti akan menolongmu,” kata ibu sambil melihatku. Dan aku tetap dalam keadaan hampir mati, dengan jantung dan organ-organ dalam tubuh yang belum jadi. Beberapa kali aku juga hampir berhenti bernapas.

“Aku akan membantumu, Nak. Teruslah berjuang!” Ibu terus berada di sampingku, menyemangatiku.

Ibu memasukkan tangannya ke dalam tabung inkubator dan menyentuh tanganku seakan-akan mencoba memberi semangat hidupnya kepadaku. Ketika dia menyentuhkan tangannya ke atas jari-jariku yang sebesar korek api, aku langsung menggenggam tangannya. Dia bercerita begitu kepadaku di kemudian hari.

Aku sama sekali tidak punya ingatan tentang itu. Akan tetapi, entah bagaimana aku sempat merasakan kehangatan ibuku yang terus menghiburku, “Teruslah hidup!” Itulah yang menjadi kekuatanku untuk bertahan hidup.

Ibuku memberiku nama Miyuki, supaya dicintai orang lain. Nama yang diberikan Ibu dengan segenap curahan hatinya.

Sekarang umurku 15 tahun dan aku bisa tertawa bahagia seperti ini karena ibu. Setelah cita-citaku tercapai dan bisa mandiri, aku ingin membawa Ibu pergi ke permandian air panas dengan uang yang kudapat dari hasil kerja. Selama ini Ibu bekerja membuka restoran, membuat boks makanan, memasak di supermarket supaya bisa membesarkanku. Setelah aku dewasa, ibu tidak perlu lagi bekerja. Aku akan memberikannya waktu di mana ibu bisa bersenang-senang di permandian air panas. Itu adalah cita-citaku yang lain.

Aku ingin ibu tidak lagi mengalirkan air mata yang terus mengalir sampai tidak bisa dikeringkan. Kalau pun dia mengalirkan air mata, aku ingin dia menangis bahagia karena aku bisa hidup bahagia. Aku mendapatkan pekerjaan, bertemu dengan pria impianku dan melahirkan seorang anak yang bersemangat juga. Itulah tangis bahagia ibu, ketika menjadi seorang nenek.

Sampai saat itu tiba, Bu, aku akan terus merepotkan ibu. Ibu juga masih harus membesarkanku.
(KG.com)

Buku ini juga punya kelanjutan lho! Judulnya ...

" Hiduplah Anakku, Ibu Mendampingimu "
(Michiyo Inoue). G enggak tau yah ini buku udah di terbitkan oleh Elexmedia atau belom. Covernya sesuai dengan gambar disamping.






12 comments:

  1. sedih ya liatnya?
    apalagi kalo ntar Pitshu dah punya anak, rasanya engga tegaaaaa deh kalo di TV liat2 berita2 ttg bayi dibuang, bayi disiksa, bayi diculik, etc, etc....whhheeeehhh knapa gue jadi ngomong begini ya?......

    ReplyDelete
  2. Manda: ibu hamil juga berasa kale yah! jadi pengen punya bukunya nich :)

    udah 2 kali ke mall liat ini buku pengen banget beli :). Cuma kadang udah beli di liatin doank enggak dibaca ^^. Soalnya isinya tulisan semua wakakakak...

    yah situ kan punya anak, kepikiran jadi diomongin juga :)

    ReplyDelete
  3. dari awal liad nopel ini pengen banget beli. tapi takutnya ga demen ama gaya penulisannya. makanya ampe skg ga beli2 :P
    buku ke 2 nya uda kluar juga tuh. cuma yah belom baca :D

    ReplyDelete
  4. sedih bener ceritanya ;)

    ReplyDelete
  5. Mei Mei: pernah liat dalem bukunya sih, biasa aja. Tapi ada gambar2 waktu Miyukinya kecil :)

    klo g beli mungkin liatin gambarnya aja, ga dibaca hahaha ^^

    Mike: true story boo... gemana enggak sedih! kek pursuit of happyness ^^

    ReplyDelete
  6. daku da baca... n asli ni buku manthap... daku salut ama mamanya dalam mendidik dia... mungkin ni anak ga bisa normal, tapi bukan berarti dia berhak diperlakukan spt itu...

    daku salut ama mamanaaaa... of course ama spirit anaknya juga... yang awalnya ngebenci mamana, ampe akhirnya sadar...
    Terharu pas baca buku ini

    Pengen baca yang ditulis mamanaa...

    ReplyDelete
  7. sedihnya.. jd inget 1 litre of tears..

    ReplyDelete
  8. Tata: g sih nebak isi bukunya itu, tentang dia yang bertahan hidup, tapi dari cerita lo kok , ada benci2 sama mamanya ^^

    jadi pengen baca niy! nunggu gajian baru beli dech!

    Itu terbitan elex bisa pesen dan dapet disc 10%, mau ikutan mesen ga ? soalnya min.3 buku hahahaha...

    Jiewa: nah itu film aja g lom sempet nontonnya. based of trus story juga yah ^^. Yang main cewenay cantik...

    ah jie pasti liatin ceweknya daonk hahahaha

    ReplyDelete
  9. bagus mana sih ama 1 litre of tears? gue sih demen banget yg 1 litre. nangis ampe mata gue bengkak kek garfield wkekkekkee

    ReplyDelete
  10. Mei Mei: 1 litre of tear yang buat kan jepang dramanya, sepertinya bagus

    lah ini yang buat kan indonesia, biasa ektingnya kan suka over atau kurang gitu ^^, di TPI senin-jum`at klo enggak salah jam 6 pm gitu dech! g lupa juga hahaha :)

    ReplyDelete
  11. yg ga demennya ama sinetron indo, jarang ada yg natural
    bangun bobo make up dah lengkap.. trus rambut kaya abis diblow disalon
    gitu deh

    ReplyDelete
  12. G: artis indo kadang masih mentingin muka sih! dari pada ekting hahaha... yg penting cantik dan ganteng, bisa main sinteron hhahaahah ^^

    ReplyDelete

의견을 주셔서 감사합니다 ^^