Kisah mengharukan dan tak terlupakan tentang terbentuknya sebuah keluarga dan seekor anjing neurotik yang mengajari mereka tentang hal - hal penting dalam hidup.John dan Jenny baru memulai mahligai rumah tangga mereka. Mereka masih muda dan saling jatuh cinta, dengan rumah kecil yang sempurna dan tanpa kepedulian berarti terhadap dunia. Kemudian mereka membawa pulang Marley, seekor anak anjing berbulu kuning yang tidak bisa diam. Hidup mereka pun tak akan pernah sama.
Segera Marley tumbuh menjadi seekor anjing Labrador Retriever seberat 97 pon yang siap menabrak siapa saja, seekor anjing yang sulit dicari bandingannya. Ia menembus pintu angin, menggigiti tembok hingga berlubang, melempar air liur ke tamu - tamu, mencuri celana dalam wanita, dan memakan hampir semua benda yang bisa diraihnya, termasuk sofa dan perhiasan. Sekolah kepatuhan tidak membawa hasil - Marley diusir dari sekolah itu, begitu juga obat penenang yang diberikan dokter hewan disertai pesan: " Jangan ragu - ragu untuk menggunakan obat ini".
Namun, hati Marley murni. Seperti halnya ia dengan riang menolak semua batasan yang diberikan untuk kelakuannya, cinta dan kesetiaannya tidak mengenal kata cukup. Marley berbagi kebahagiaan bersana John dan Jenny saat kehamilan pertama Jenny, dan kesedihan mereka saat Jenny keguguran. Marley ada di sana saat akhirnya bayi - bayi hadir dalam keluarga mereka dan saat jeritan korban penusukan berusia tujuh belas tahun terdengar di malam kelam. Marley menutup pantai untuk umum dan berhasil mendapatkan peran dalam sebuah film, dan ia selalu memenangkan hati orang - orang di sekitarnya sementara ia tidak berhenti membuat kekacauan. Dengan semua kenakalannya, Marley tetap setia, dan menjadi contoh untuk sebuah model pengabdian, bahkan ketika keluarga yang memeliharanya menghadapi masa sulit. Cinta tanpa syarat, keluarga ini akhirnya akan memahami, datang dalam beragam bentuk.
Apakah mungkin manusia menemukan kunci kebahagiaan melalui seekor anjing besar dan sangat nakal ini? Tanya saja keluarga Grogan.
(John Grogan - TransMedia)
***
Hiks.. pas nonton pelem ini, g pengen nangis, cuma kek na ga ada yang nangis dech! kekekek... secara inget pelem ini g inget ama anjing g. Dan g juga suka ama kata - kata terakhir di pelem ini. "Marley / seekor anjing itu tidak butuh mobil bagus atau rumah besar atau pakaian buatan disainer. Simbol status tidak berarti apa - apa baginya. Sepotong kayu sudah cukup baginya. Seekor anjing menilai yang lainnya tidak berdasarkan warna kulit, keyakinan, atau kelas tapi berdasarkan apa yang ada dalam hati mereka. Seekor anjing tidak peduli apakah Anda kaya atau miskin, berpendidikan atau buat huruf, pandai atau bodoh. Berikan hati Anda dan ia akan memberikan hatinya untuk Anda."Hooo~ Suatu hari nanti g pengen pelihara anjing kek anjing g yang lama. Cuma susah kale yah nyari anak hasil blaster Tekkel dan Pom hihihi.


lucu banget anjing lo, masih kecil yah ?
ReplyDelete@mike : anjing g ukurannya emang segitu ga lebih dari 30 cm, paling sekitar 20-25 cm gitu tinggi na hahaha dan udah enggak ada :D
ReplyDeleteaku nggak suka anjing jadi rasanya kalo liat film ini nggak bakalan menangis sedasyat yang dilakukan orang2..
ReplyDeletetapi pengen liat sie soalnya katanya temen2 keren...bisa menguras air mata..
btw suka anjing herder...wajar nggak sie?
@evelyn : suka anjing herder wajar2 aja sih! setiap anjing kan ada kelebihannya masing2, kek temen g suka anjing yang muke na kek buldog yang pesek2 gitu!
ReplyDeletetemen g sukanya mini POM yang cute2 gitu kalo g suka anjing yang bisa ndut, dan bulu na pendek,idungnya mancung ^^
Huaaa...gw baca sinopsinya aja udah mewek...terharu booo
ReplyDelete@Y3nn1 : wakakakakak... :D
ReplyDelete